Penggunaan obat-obatan terlarang, terutama yang dipakai dengan cara suntik sudah menjadi konsumsi sehari-hari Mr.X sejak duduk di bangku kuliah. Dia tidak tahu akan akibat dari penggunaan obat-obatan tersebut di masa yang akan datang. Hanya kenikmatan dan euforia yang dirasakan Mr.X saat menggunakan obat-obatan tersebut.
Kini Mr. X (28 tahun) harus terbaring lemah di sebuah RS besar di Jakarta karena penyakit AIDS yang sudah dideritanya selama 5 tahun. Lamanya penyakit tersebut menyebabkan imunitasnya menurun drastis sehingga kuman mudah masuk ke dalam tubuhnya. Kuman tersebut (Streptococcus) sampai ke otak dan merusak saraf-saraf disekitarnya menyebabkan Mr.X sering kejang, hilang ingatan bahkan keluarga pun tidak diingatnya sampai dia juga lupa akan kata-kata.
Setiap hari Mr.X diajarkan 2-5 kata oleh Dokter dan wajib mengingat setiap kata yang sudah diajarkan kepadanya. Mr. X dengan semangat pantang menyerah selalu mau belajar dan mematuhi semua pengobatan yang harus dijalaninya karena dia bertekad harus sembuh dan bisa kembali ke rumah bersama keluarga. Semangat yang dimiliki Mr.X tidak lepas dari dukungan keluarga yang selalu mendampinginya selama dia dirawat di RS.
Perawat juga memiliki peran yang sangat besar bagi Mr.X. Selain memberikannya obat secara teratur, mereka juga memberikan dukungan moral dan spiritual kepada Mr.X agar selalu bersemangat dalam menjalani hidup dan terus berdoa untuk kesembuhannya karena harapan itu selalu ada.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan usaha yang maksimal juga. Perjuangan dan semangat Mr.X untuk sembuh dan bertahan hidup tidak sia-sia, Mr.X berhasil kembali ke rumah karena kondisinya yang mulai membaik.
“Selama masih bisa bernafas teruslah berharap dan jangan pernah putus asa karena harapan itu akan selalu ada”
Popularity: 15% [?]
Diabetes saat ini menjadi penyakit yang mulai menjangkiti penduduk di negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Ada dua persepsi berbeda yang cukup menarik ketika kita mendengar ungkapan atau semboyan ?Menuju Indonesia Sehat 2010?, pertama adalah jelas bahwa di tahun 2010 diharapkan mayoritas penduduk Indonesia berada pada kondisi sehat dalam konteks kesehatan pada umumnya baik lahir maupun batin, dan kedua adalah di tahun 2010 nanti Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi sebuah negara yang sehat dan kuat sehingga dapat melindungi dan mensejahterakan seluruh penduduknya dalam pemenuhan hak-hak Sipol (sipil dan politik) dan juga hak-hak Ekosob (ekonomi, sosial, dan budaya), namun para perawat di Indonesia tetap dapat berperan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki walau apapun persepsinya, namun dalam tulisan ini saya akan lebih banyak membahas peran perawat dari perspektif yang pertama yaitu dalam konteks kesehatan dan ilmu keperawatan.
