Image Hosting

Login di sini



Komentar Terbaru

Poling

Menurut Anda Web INi?
 

YM Admin

Doni

Adentinief

PemikirUlung

Dina

lizzka_funk

 

Newsletter

Anda ingin setiap info bermanfaat di situs ini masuk ke email anda?? silahkan masukkan nama dan email Anda pada form di bawah ini.










Members : 649
Content : 79
Web Links : 12
Content View Hits : 220568
We have 8 guests online
Home

Selamat Datang di PerawatOnline.com

Inilah situs keperawatan yang menghadirkan info-info kesehatan dari sudut pandang perawat sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, di sini Anda juga dapat menggunakan fasilitas forum untuk saling tanya jawab seputar dunia keperawatan dan kesehatan di Indonesia. Bagi Anda insan keperawatan yang ingin membagikan ilmunya juga dapat berkontribusi di situs ini dengan menjadi penulis artikel, bila Anda berminat dapat segera menghubungi admin pada Menu "Saran dan Kritik".
Webperawatonline.com
Perawat Menuntut Print E-mail
Written by Shiva Devy   
Tuesday, 16 June 2009 15:17

 

Senin, 8 Juni 2009 tidak kurang dari seribu insan keperawatan tumpah ruah di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat berunjuk rasa menuntut disahkannya RUU Keperawatan tahun ini. Berbagai elemen keperawatan digawangi oleh Persatuan Perawat Nasiona Indonesia (PPNI) berkumpul di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat sejak pukul 8.00 pagi. Elemen itu diantaranya para perawat yang tergabung dalam PPNI berikut dengan spesialisasi tiap keilmuan dari Jakarta dan daerah sekitarnya. Selain itu, turut serta juga mahasiswa keperawatan dari berbagai perguruan tinggi dan akademi keperawatan di Jakarta dan sekitarnya. Mahasiswa yang turun dalam aksi diantaranya berasal dari keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah-Ciputat, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia serta akademi keperawatan di Jakarta dan sekitarnya.

Massa aksi dari FIK UI sendiri sebanyak lebih kurang duapuluh orang yang terdiri dari mahasiswa dan satu orang dosen. Perwakilan mahasiswa berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), dan Badan Semi-Otonom (BSO) sebagai lembaga kemahasiswaan di FIK UI, sedangkan perwakian dosen adalah Ibu Tuti Nuraini.

Rencana awal massa aksi harus sudah berkumpul di kampus FIK UI, Depok pukul 06.30 WIB dan akan berangkat menuju DPR pada pukul 07.00 WIB. Namun, waktu keberangkatan diundur menjadi pukul 08.00 sebab masih banyak massa yang belum berkumpul.

Last Updated on Tuesday, 16 June 2009 15:32
Read more...
 
Atresia Ani Print E-mail
Written by fefe   
Monday, 08 June 2009 21:40

Atresia ani (malformasi anorektal/anus imperforate) adalah bentuk kelainan bawaan yang menunjukan keadaan tidak ada anus, atau tidak sempurnanya bentuk anus.

Bentuk-bentuk kelainan atresia ani:
• Lubang anus sempit atau salah letak di depan tempat semestinya.
• Terdapat selaput pada saat pembukaan anus sehingga mengganggu proses pengeluaran feses
• Rektum (saluran akhir usus besar) tidak terhubung dengan lubang anus.
• Rektum terhubung dengan saluran kemih (kencing) atau sistem reproduksi melalui fistula (lubang), dan tidak terdapat pembukaan anus.

Faktor penyebab terjadinya atresia ani belum diketahui secara pasti:
• Secara pasti belum diketahui
• Merupakan (kegagalan perkembangan) anomaly gastrointestinal (sistem pencernaan) dan genitourinary (sistem perkemihan)
• Kelainan kloaka pada saat embrionik
• Gangguan pertumbuhan fusi dan pembentukkan anus dari tonjolan embrionik
• Pada atresia anus, diduga ada keterlibatan kelainan genetik pada kromosom 21

Kelainan bentuk anus akan menyebabkan gangguan buang air besar.
- Ketika lubang anus sempit, bayi kesulitan BAB menyebabkan konstipasi dan ketidaknyamanan.
- Jika terdapat selaput pada akhiran jalan keluar anus, bayi tidak bisa BAB.
- Ketika rektum tidak berhubungan dengan anus tetapi terdapat fistula, feses akan keluar melalui fistula tersebut sebagai pengganti anus. Hal ini dapat menyebabkan infeksi.
- Jika rektum tidak berhubungan dengan anus dan tidak terdapat fistula sehingga feses tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan bayi tidak dapat BAB.

Last Updated on Tuesday, 09 June 2009 06:47
Read more...
 
Talkshow Be Ready! Perawat Indonesia Menghadapi Persaingan Bebas 2010 Print E-mail
Written by Ferdias Ramadoni   
Wednesday, 27 May 2009 11:04

 

 

Be Ready! Tahun 2010 sudah di ambang mata. Tahun 2010 ini merupakan awal dimulainya persaingan bebas. Bagaimanakah perawat Indonesia bisa siap menghadapi persaingan bebas ini? Kompetensi-kompetensi apakah yang harus dimiliki perawat Indonesia? Pembenahan apa saja yang harus dilakukan oleh institusi pendidikan keperawatan agar lulusannya bisa unggul, dan kemungkinan juga bisa bekerja di luar negeri? Selain kompetensi, syarat dan prosedur apa lagi yang diperlukan perawat Indonesia jika ingin bekerja di luar negeri?

Semua pertanyaan tersebut akan mendapat jawabannya dan dibahas dengan hangat dalam suatu talkshow yang dipersembahkan oleh Penerbit Erlangga (divisi buku kedokteran & keperawatan). Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian acara Erlangga Fair, yang berlangsung tanggal 1-7 Juni 2009 di Pejaten Village. Talkshow ini akan mengangkat tema tentang Peluang dan Tantangan Perawat Indonesia Menghadapi Persaingan Bebas 2010.

Pembicara utama dalam acara ini adalah Ketua Umum Pengurus Pusat PPNI, yang akan menguraikan secara jelas dan terperinci kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki perawat Indonesia dalam menembus keperawatan global (suatu wacana mengenai peluang kerja di dalam dan di luar negeri). Akan dijelaskan juga berapa besar sebenarnya lapangan kerja di dalam maupun di luar negeri bagi tenaga perawat.

Dalam acara ini akan hadir pula seorang alumnus perawat yang sudah lulus ujian NCLEX-RN (National Council Licence Examination-Registered Nurse) di Amerika. Ia akan senang sekali berbagi pengalaman, tip & trik, serta memberi informasi persiapan apa saja yang dibutuhkan agar bisa lulus ujian ini.

Diharapkan pula acara ini dapat menjadi ajang bertemunya dosen keperawatan, praktisi perawat, maupun mahasiswa, untuk saling bertukar pikiran mengenai keperawatan global.

Jangan sampai Anda ketinggalan event yang sangat berharga ini. Catat, talkshow ini berlangsung pada hari Jumat, tanggal 5 Juni 2009. Undangan gratis. Tempat terbatas. Daftarkan segera diri Anda ke Rina (021-98231302) atau kirimkan email ke: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

 

Last Updated on Tuesday, 09 June 2009 07:18
 
Perawat membutuhkan Undang – Undang Sekarang !!!! Print E-mail
Written by BEMJ Ilmu Keperawatan   
Friday, 05 June 2009 22:58

Perawat. Mendengar kata perawat terbayang begitu mulia profesinya. Orang yang selalu setia menemani orang yang sedang sakit, walaupun itu bukan keluarganya bahkan orang yang tidak dikenalnya. Tidak peduli siang ataupun malam. Jiwa pengorbanan yang tidak mungkin dimiliki oleh profesi lain. Mengutamakan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Penuh kesabaran menghadapai pasien dan keluarganya yang terkadang penuh luapan emosi. Itu hanyalah sebagian kecil pengorbanan seorang perawat.

Bukankah pekerjaan yang mulia seharusnya mendapatkan balasan yang mulia juga. Namun tidak terjadi di Negeri Indonesia ini. Di Negeri ini kesejahterahan perawat masih tanda tanya besar. Porsi 60 % tenaga kesehatan di Rumah Sakit ini sama sekali tidak menggugah para elit pemerintah untuk memikirkan kesejahterahan dan masa depan perawat.

UU Keperawatan yang sudah memasuki Program Legalisasi Nasional di urutan 26 dan seharusnya di sahkan pada periode 2005-2009 ini, hanya janji - janji semu. Memasuki akhir tahun 2009 yang tinggal 6 bulan ini, DPR telah mengesahkan 6 RUU yang akan disahkan tahun ini. Sayangnya RUU Keperawatan yang sudah di rancang sejak puluhan tahun yang lalu tidak di tengok sama sekali. Aksi Damai "Golkan RUU Keperawatan" yang dilakukan oleh perawat dan mahasiswa Keperawatan se- Indonesia 12 Mei 2008 lalu seolah tak berefek apapun. Sebenarnya dimana masalahnya?

Last Updated on Tuesday, 09 June 2009 07:31
Read more...
 
Menjadi Perawat, Pilihan atau “Daripada Enggak”?* Print E-mail
Written by Ramadoni   
Friday, 15 May 2009 20:50

Selama lebih dari tiga tahun saya menjadi mahasiswa keperawatan di salah satu universitas negeri di Pulau Jawa, sudah tidak terhitung berapa kali dialog seperti ini terjadi:

Somebody       : Hai Don, apa kabar? Kuliah sekarang? ambil jurusan apa?

Doni                 : hai juga, Alhamdulillah baik, iya sekarang kuliah, di keperawatan

Somebody       : hah?Keperawatan?Kok bisa?? Tanggung banget, kok gak Kedokteran sekalian?

Doni                 : Tanggung?? Maksud Loe??

Dialog seperti ini kerap datang manakala saya bertemu dengan teman-teman lama sewaktu SMP maupun teman-teman SMA yang baru mengetahui pilihan jurusan pada tes SPMB waktu itu.

Bukan tanpa alasan mereka bertanya demikian, dan bukan maksud hati pula saya menyombongkan diri karena sebagian besar teman-teman lama saya beranggapan bahwa seorang Doni lebih “pantas” menjadi seorang dokter kelak ketimbang menjadi perawat, sebuah pemikiran yang dapat kita maklumi manakala sebuah profesi dianggap lebih rendah ataupun lebih tinggi dibandingkan dengan profesi lain.

 

Akan tetapi saya tidak tinggal diam ketika mendapati pemikiran-pemikiran seperti itu walaupun pada awalnya memang saya merasa tidak PD ketika harus kuliah di Keperawatan, bukan karena saya merasa tidak pantas ada di jalur ini namun lebih kearah perbedaan perbandingan gender yang sangat signifikan, bayangkan saya merupakan satu dari empat mahasiswa laki-laki dari total 100 mahasiswa keperawatan di angkatan saya. Namun dengan seiring berjalannya waktu saya dapat beradaptasi dengan keadaan ini dan selalu berusaha menjelaskan dan memberikan pengertian yang sebenarnya kepada setiap teman lama saya mengenai apa dan siapa perawat itu sebenarnya.

Last Updated on Tuesday, 09 June 2009 06:54
Read more...
 
Moeslem Nursing Development Print E-mail
Written by Rifki Fachrur Ryzza   
Wednesday, 13 May 2009 17:10

Perkembangan zaman yang terjadi saat ini telah menggeser kedudukan Islam dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan. Seperti yang kita ketahui, Islam adalah agama yang kaffah dan bersifat universal. Berarti ajaran Islam harus menyeluruh dan diterapkan disemua aspek kehidupan, tanpa adanya dikotomi antara kehidupan dunia dengan agama. Fenomena yang terjadi saat ini adalah terjadinya dikotomi atau pemisahan antara urusan dunia dengan agama. Contoh dalam aspek ilmu pengetahuan, banyak nilai-nilai keislaman yang diabaikan dalam penerapannya. Melihat fenomena yang terjadi pada zaman serba modern ini, kami ingin kembali mensyiarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat luas. Kami sendiri mengkhususkan untuk membahas nilai-nilai keislaman yang dibutuhkan oleh seorang perawat profesional, berwawasan luas, serta berakhlak mulia. Selain itu, kami juga ingin mengangkat salah satu pengobatan atau terapi Islami yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat luas.

Last Updated on Wednesday, 13 May 2009 17:18
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9

statistik web

Visits [+/-]
Today:
Yesterday:
Day before yesterday:
103
416
408

+8
This week:
Last week:
Week before last week:
1836
3500
4576

-1076

All visits
Since module start 158 762
RocketTheme Joomla Templates redesign by Ramadoni